APA AJA ADA DISINI
Rabu, 26 Mac 2014
cheat social wars
CARA:
CHEAT SOCIAL TERBARU ADA DI BAWAH INI, CARANYA SEBAGAI BERIKUT
BALIK KE SW.. LALU KLIK ACADEMY
Sabtu, 26 Oktober 2013
CERPEN CERITA LUCU BUS DAMRI DAN LIFT HOTEL.
Di ceritakan ada dua irang pemuda dari kampong yang be;lum pernah ke ibu kota sama sakelai. Kedua pemuda ini bernama Bejo dan Gimo. Bejo dan Gimo akan mengikuti test kerja di sebuah perusahaan tambanG, Mereka apply posisi sebagai sopir. Mereka sudah terbiasa nyupir mobil pak haji di kampung untuk mengantar sayur ke pasar. Mereka ingin punay gaji besar, untuk itu mereka memutuskan ikut test kerja di Jakarta.
Berbekal seadanya mereka naik kereta ke ibu kota. Sampainya di ibu kota mereka menuju hotel tempat mereka akan mengikuti test kerja. Bejo dan parmin mumutuskan untuk naik bisa Damri double decker alias tingkat.
Bejo: Gimo kita naik ke atas aja di bawah banyak orang. Mereka naik ke atas.
Gimo: enak di sini penumpangnya Cuma sedikit.
Bejo: iya enak di sini ( Bis damri mulai berjalan)
Bejo: Mo aku ngeri mo ayo kitav turun aja masak bis enggak ada yang nyopir bisa berjalan sendiri.
Gimo: Iya kita turun aja naik taski aja.
Mereka akhirnya naik taksi menuju hotel tenpat test kerja di lakukan. Ketika mereka sampai hotel, mereka clingukan maklum belum pernah masuk hote besa. Di tanyalah sama satpam jotel yang tinggi besar.
Bejo: Gimo kita naik ke atas aja di bawah banyak orang. Mereka naik ke atas.
Gimo: enak di sini penumpangnya Cuma sedikit.
Bejo: iya enak di sini ( Bis damri mulai berjalan)
Bejo: Mo aku ngeri mo ayo kitav turun aja masak bis enggak ada yang nyopir bisa berjalan sendiri.
Gimo: Iya kita turun aja naik taski aja.
Mereka akhirnya naik taksi menuju hotel tenpat test kerja di lakukan. Ketika mereka sampai hotel, mereka clingukan maklum belum pernah masuk hote besa. Di tanyalah sama satpam jotel yang tinggi besar.
Satpam: Mas mas dari kampong yah, mau ketemu siapa mas?
Bejo: saya mau ikiut test perusahaan anu..
Satpam: o iya mas , mas lurus aja sebelah kiri ada lift, di lantai 11 belas yah.
Bejo: saya mau ikiut test perusahaan anu..
Satpam: o iya mas , mas lurus aja sebelah kiri ada lift, di lantai 11 belas yah.
Bejo dan parming clingukan menuju arah yang di tunjuk pak satpam.
Karena mereka masih bingung mereka beriri di lobi sambil ngeliatin lift.
Karena mereka masih bingung mereka beriri di lobi sambil ngeliatin lift.
Gimo: perasaanku enggak enak jo dengan pak satpam tadi. Mungkin dia mau mencelakakan kita.
Bejo: iya mo dari sorot matanya kayaknya dia curiga ma kita.
Gimo: mungkin kotak itu yang di namakan lift yah.
Bejo; betul itu ada tulisanya.
Gima: tapi jo,.. tadi aku masuk ada orang jawa, rambutnya hitam, matanya hitam kulitnya kuning masuk ke kotak itu. Stelah pintu di tutup tidah berapa lama orangnya kok jadi rambutnya pirang, matanya biru kulitnya putuh kaya orang belanda yah.
Gimo: betul jo aku juga liat. Pak satpam tadi mau mencelakai kita masak kita di susruh masuk kotak itu bisar berubah. Kita lari pulang aja yuk
Bejo: Ayo jangan sampai kita celaka kaya orang tadi.
Bejo: iya mo dari sorot matanya kayaknya dia curiga ma kita.
Gimo: mungkin kotak itu yang di namakan lift yah.
Bejo; betul itu ada tulisanya.
Gima: tapi jo,.. tadi aku masuk ada orang jawa, rambutnya hitam, matanya hitam kulitnya kuning masuk ke kotak itu. Stelah pintu di tutup tidah berapa lama orangnya kok jadi rambutnya pirang, matanya biru kulitnya putuh kaya orang belanda yah.
Gimo: betul jo aku juga liat. Pak satpam tadi mau mencelakai kita masak kita di susruh masuk kotak itu bisar berubah. Kita lari pulang aja yuk
Bejo: Ayo jangan sampai kita celaka kaya orang tadi.
Khamis, 12 September 2013
Contoh cerpen
KESEDIHANKU
“Fen, kita enggak bisa lanjutin hubungan ini.
Sorry.” ujar Sheril ke dapan Fendi ketika mereka sedang berdua di suatu
restoran pinggir pantai. Serasa jantung Fendi berhenti berdetak dan darahnya
berhenti mengalir. Dia tidak menyangka, Sheril mengatakan hal tersebut di
depannya secara langsung. Fendi terdiam. Dia tak menyangka secepat ini. Padahal
usia pacaran mereka tergolong singkat.
“Fendi?” Sheril membuyarkan lamunan-lamunan tak terpercayanya Fendi.
“Sher, kenapa secepat ini?”
“Sekali lagi maaf Fen. Maaf banget. Aku enggak bisa lanjutin semua ini. Kisah kita, lebih baik berakhir sampai disini.” Setelah mengucapkan hal itu, Sheril memegang tangan Fendi, dan mengecupnya kemudian pergi meninggalkan Fendi seorang diri.
Kemarahan dan kesedihan kini menyelimuti hati Fendi. Dia marah karena Sheril
meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Dia sedih, karena Sheril, wanita yang
amat dia sayang pergi meninggalkannya. Fendi pulang kerumahnya dengan keadaan
pucat dan bibir membiru. Ia tidak masih tidak percaya Sheril, memutuskan
dirinya. Masih terasa kehangatan kecupan Sheril di tangan Fendi.“Fendi?” Sheril membuyarkan lamunan-lamunan tak terpercayanya Fendi.
“Sher, kenapa secepat ini?”
“Sekali lagi maaf Fen. Maaf banget. Aku enggak bisa lanjutin semua ini. Kisah kita, lebih baik berakhir sampai disini.” Setelah mengucapkan hal itu, Sheril memegang tangan Fendi, dan mengecupnya kemudian pergi meninggalkan Fendi seorang diri.
Sudah hampir sepekan Fendi putus dengan Sheril. Ia kini tampak lebih pucat dan malas makan. Ia lebih memilih banyak menghabiskan waktu di kelas daripada di tempat lain. Kesehatannya turun drastis dan ia tampak lebih kurus. Dani, sahabat Fendi bingung dengan sikap Fendi akhir-akhir ini.
“Hey sob. Lho sakit yah?”
“Hmm, enggak. Biasa saja.”
“Lah, kok kamu sampai pucat begitu sih? Sebenarnya apa yang terjadi? Cerita dong.”
“Mm, enggak ada apa-apa. Semuanya biasa-biasa saja.” Begitu terus jawaban Fendi.
“Hm, ok kalau kamu enggak mau cerita. Tapi, sob. Sebaiknya lho ke kantin deh sekarang makan. Kamu kayak orang enggak makan seminggu aja.”
“aku memang enggak makan selama seminggu ini.”
“Aduh,
Fen. Kamu kenapa sih? Cerita dong! Tentang Sheril lagi? ya ampun. Lupain aja tuh anak. Boro-boro amat lo mau mikirin dia sob! Wanita adalah, ujian dari Allah untuk kita sob. Sabar saja.”
Dari mana Dani tahu? Aduh. Dani, dani. Pikir Fendi. Tapi perkataan Dani ada benarnya juga yah. Setelah lama berpikir, Fendi pun bangkit dari tempat duduknya.
“Yah, gitu dong baru Fendi. Kamu makan aja dulu sob. Ntar ada yang gue omongin. Atau lo gue mau anterin ke kantin? Ntar lo pingsan lagi. hehe ” kata-kata Dani memang selalu dapat orang ceria.
Ketika dikantin, Dani memesan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas teh. Ketika sedang asyik makan, Dani menyodorkan sepucuk surat bertuliskan nama Fendi. UNTUK FEDRIAN PUTRA CAKRAWALA.
“Fen, dibukanya ntar aja abisin dulu makanannya.” Ujar Dani. Fendi pun melanjutkan makannya.
Bel pulang sekolah pun akhirnya berbunyi. Ketika sampai di rumah, Fendi segera mengambil surat tadi. Dibelakangnya tertulis sebuah nama. SHERILA C. AURELINE. Kemudian Fendi membuka isi surat tersebut.
Dear Fendi,
Maaf aku telah mengecewakanmu. Aku minta maaf banget. Aku tahu kamu sedih. Tapi, perhatiin juga kesehatan kamu. Kata Dani, kamu tampak lebih kurus. sebenarnya, ada banyak alasan yang aku ingin kamu tahu mengapa aku memutuskanmu. Pertama, aku ikut ortuku pindah. Oke lah mungkin kita bisa LDR. Tetapi, masalahnya ortuku sekarang tahu, kalau kita melakukan sebuah hubungan berbeda agama. Kamu Islam, aku Kristen. Ortuku tidak menyetujui hal tersebut. Itulah mengapa aku memutuskanmu.
Tapi Fendi, ingat. Cinta tak mengenal itu semua. Bila Tuhan telah menakdirkan kita untuk bersatu selamanya, kita pasti akan bertemu kembali dan melanjutkan hubungan kita. Biarlah waktu yang mengatur semua itu.
Jaga dirimu baik-baik Fendi. Ingat kesehatanmu. Miss you..
Sheril ..
Tanpa sadar Fendi menitikkan air matanya. Kini ia mengerti tentang alasan Sheril. Kecuali alasan mengapa agama menjadi penghambat hubungan mereka. Tapi kini Fendi hanya dapat berharap semoga semuanya menjadi kenyataan dan dia dapat kembali bersama Sheril. Dan Fendi kini menjalani hari-harinya normal seperti biasa walau kehilangan 1 yaitu Sheril. Walaupun Sheril masih akan tetap di hati Fendi. Tetapi biarlah waktu yang mengatur semuanya..
Rabu, 11 September 2013
Langgan:
Catatan (Atom)












.jpg)

